Puskesmas Alak Kupang

Pengelola Website

kristina solo

kristina solo

Perawat Puskesmas Alak

Website URL: http://puskalak.dinkes-kotakupang.web.id Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Buah apel sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia sebagai buah yang punya banyak manfaat. Bagaimana tidak? Buah ini memiliki banyak sekali nutrisi baik untuk tubuh, bahkan memiliki rasa yang manis dan nikmat untuk dikonsumsi. uah apel sendiri punya banyak keluarga alias variasinya loh, seperti Red Delicious, Mcintosh, Crispin, Gala, Granny Smith, Fuji, dan Honeycrisp. Nama-nama ini menandakan variasi setiap apel yang ada di dunia

Mungkin beberapa di antara kalian ada yang pernah mendengar peribahasa kuno "an apple a day keeps the doctor away" dan ternyata ucapan ini bukan hanya sekadar peribahasa, melainkan memang terbukti kebenarannya. Kok bisa?

Nah, buah apel diketahui memiliki rendah kalori sekitar 100-104 serta mengandung berbagai vitamin dan mineral, seperti vitamin A, C, K, B6, E, dan B1. Selain itu, buah apel juga mengandung potassium, antioksidan, dan pektin yang baik bagi kesehatan tubuh untuk menebas semua penyakit.

Meningkatkan Daya Ingat

Memakan satu buah apel setiap harinya bisa menghindari demensia atau penyakit yang menyerang daya ingat hingga cara berbicara.

Membantu menurunkan berat badan
Buah apel kaya akan serat dan air, dimana dua nutrisi tersebut membantu mengenyangkan perut. Sensasi rasa kenyang yang dirasakan terus-menerus dapat membantu mengatur nafsu makan.

Menurut sebuah studi, makan buah apel dapat meningkatkan rasa kenyang sampai 4 jam lebih lama daripada mengonsumsi jus apel. Studi juga menunjukkan asupan apel yang secara signifikan dapat mengurangi Indeks Massa Tubuh (BMI) dan mencegah obesitas.

Mencegah stroke

Buah apel dipercaya dapat mencegah penyakit stroke. Pada studi di tahun 2000, peneliti menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi buah apel paling banyak memiliki risiko stroke lebih rendah daripada yang memakan buah apel paling sedikit.

Sebagaimana diketahui, buah apel adalah salah satu buah yang memiliki banyak serat. Menurut ulasan di tahun 2017, orang yang mengonsumsi serat paling banyak memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit kardiovaskular, jantung koroner, dan stroke.

 Baik untuk usus

Kandungan probiotik dan prebiotik dalam buah apel cocok untuk kesehatan usus. Sebab, probiotik merupakan bakteri baik yang cocok untuk usus, sedangkan prebiotik berperan memberikan makan untuk bakteri tersebut.

 Mencegah kolesterol tinggi

Manfaat buah apel diklaim dapat mencegah kolesterol tinggi. Berdasarkan studi tahun 2013, memakan apel mentah atau langsung dapat menurunkan kadar kolesterol lipoprotein densitas rendah.

 Menjaga kesehatan jantung

Jika apel bisa mencegah stroke dan kolesterol tinggi, itu berarti buah ini bisa menjaga kesehatan jantung. Sebagaimana diketahui, salah satu penyebab sakit jantung adalah kolesterol yang tinggi di dalam tubuh.

 Apel memiliki kandungan antioksidan flavonoid yang dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Menurut sebuah studi, makanan buah dan sayuran berdaging putih, seperti apel dan pir, dapat menurunkan risiko stroke yang bisa memicu penyakit jantung.

 Studi juga menjelaskan bahwa orang yang mengonsumsi 1,5 (25 gram) irisan apel setiap hari bisa menurunkan risiko stroke sebesar 9%.

 Mencegah diabetes

Mengonsumsi apel juga bisa mengurangi risiko diabetes tipe dua. Berdasarkan penelitian, makan apel dan pir dapat menurunkan risiko diabetes tipe 2 sebesar 18%. Bahkan, jika mengonsumsinya setiap minggu bisa mengurangi risiko diabetes sebesar 3% loh.

Menjaga daya tahan tubuh

Kandungan vitamin C di dalam buah apel merah dan hijau dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Itu mengapa orang yang mengonsumsinya akan kebal dari penyakit

 Cegah Kanker

Mengonsumsi makanan kaya antioksidan seperti buah apel dapat mencegah stres oksidatif yang menyebabkan kerusakan sel-sel pemicu kanker.

 Sebuah meta-analisis tahun 2016, menyimpulkan bahwa mengonsumsi apel dapat membantu menurunkan risiko kanker paru-paru, payudara, kolorektal, dan kanker lainnya.

 Tak hanya itu, sebuah meta-analisis tahun 2018 mengklaim kandungan serat tinggi di dalam apel juga dapat mengurangi risiko kanker usus besar.

 Mencegah asma

Buah apel yang mengandung vitamin C dan flavonoid merupakan zat antioksidan yang bisa mencegah serangan asma pada seseorang. Selain itu, kulit buah apel memiliki kandungan antioksidan quercetin yang dapat membantu mengatur sistem kekebalan tubuh dan mengurangi peradangan.

 Sebuah penelitian tabung dan hewan menyebut quercetin mungkin bisa menjadi pengobatan yang cocok untuk penyakit inflamasi alergi seperti asma dan sinusitis.

 Ditambah lagi dengan senyawa lain seperti proanthocyanidins di dalam apel, dapat mengurangi atau mencegah peradangan saluran napas atau asma.

 Tulang

Senyawa anti inflamasi pada apel dapat membuat tulang semakin sehat dan kuat. Berdasarkan studi, wanita yang mengonsumsi buah apel memiliki tulang yang lebih sehat daripada wanita yang tidak mengonsumsi.

 Kulit

Selain mencegah penyakit jantung, sifat antioksidan dalam buah apel juga memberikan manfaat untuk kulit yang lebih sehat. Sebab, antioksidan bisa menghilangkan radikal bebas dalam tubuh dan mencegah keriput, penuaan dini, serta perubahan kulit.

 Gusi dan gigi

Mengunyah buah apel bisa menghilangkan plak yang tersisa pada gigi loh. Sebab, apel sendiri mengantung zat tanin yang bisa membersihkan sisa plak, serta mencegah kerusakan gigi dan gusi. Itulah sejumlah manfaat dari buah apel.

 Untuk mengonsumsinya, usahakan dibersihkan dan dicuci terlebih dahulu untuk menghilangkan bahan kimia yang masih menempel pada kulit apel. Selain itu, buanglah biji apel sebelum dikonsumsi karena mengandung amigdalin dan glikosida sianogenik yang terdiri dari sianida dan gula.

 Dikutip dari britannica, apabila biji apel tertelan dan masuk ke dalam sistem pencernaan, bahan kimia di dalamnya dapat terdegradasi menjadi hidrogen sianida (HCN) yang sangat beracun. Bahkan, bisa menyebabkan kematian loh. Jadi guys, perlu diwaspadai ya.

 

Sumber :  https://apps.detik.com/detik/"13 Manfaat Buah Apel untuk Kesehatan, Bikin Penyakit Ogah Dekat-dekat" selengkapnya https://health.detik.com/diet/d-5892375/13-manfaat-buah-apel-untuk-kesehatan-bikin-penyakit-ogah-dekat-dekat.

MANFAAT APEL BAGI KESEHATAN

Selasa, 11 Januari 2022 01:23

Pelaksanaan vaksinasi covid-19 bagi anak usia 6-11 tahun di kota Kupang resmi dijalankan ditandai off vaksinasi covid 19 yang berlangsung di SD St.Yosef pada tanggal 23 Desember 2021. Kegiatan ini mengawali serangkaian pelaksanaan program vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun yang akan dilaksanakan oleh 10 Puskesmas di kota kupang. Puskesmas Alak sebagai salah satu Puskesmas yang menyelenggarakan vaksinasi covid 19 bagi anak usia 6-11 tahun baru memulai pelayanan vaksinasi pada tanggal 06 januari 2022 yang akan dimulai dengan pelayanan pada SDI Nunbaun Delha dan selanjutnya akan diikuti dengan pelasanaan vaksinasi yang sama pada 14 Sekolah dasar lainnya yang berada diwilayah Puskesmas Alak.

Pelayanan vaksinasi di SDI Nunbaun Delha berlangsung selama 2 hari (tanggal 06-07 Januari 2022) pada pukul 08.30-selesai dengan jumlah peserta yang dilayani yaitu berjumlah 189 orang. Peserta vaksinasi didampingi oleh orangtua siswa masing-masing dan sebelum dilakukan vaksinasi orangtua menandatangai surat persetujuan vaksinasi. Jenis vaksin yang digunakan adalag vaksin coronavac yang diberikan 2 kali dengan  interval minimal 28 (dua puluh delapan) hari melalui suntikan intramuskular di bagian lengan atas dengan dosis 0,5 mL.

Pelaksanaan vaksinasi covid 19 bagi anak usia 6-11 tahun tidak hanya dilaksanakan pada Sekolah Dasar saja tetapi pelayanan vaksinasi juga berpusat di Puskesmas Alak. Pemberian vaksin bagi anak usia 6-12 tahun ini bertujuan melindungi mereka dari paparan Covid-19 dan memberikan keamanan saat melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Peran serta orangtua, sekolah, serta pihak lain sangat diperlukan untuk menyukseskan kegiatan vaksinasi bagi anak usia sekolah ini.

VAKSINASI ANAK USIA 6-11 TAHUN

Selasa, 11 Januari 2022 01:04

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit infeksi virus akut yang disebabkan oleh virus dengue yang ditandai demam 2 – 7 hari disertai dengan manifestasi perdarahan, penurunan trombosit (trombositopenia), adanya hemokonsentrasi yang ditandai kebocoran plasma (peningkatan hematokrit, asites, efusi pleura, hipoalbuminemia). Dapat disertai gejala-gejala tidak khas seperti nyeri kepala, nyeri otot & tulang, ruam kulit atau nyeri belakang bola mata. Tidak semua yang terinfeksi virus dengue akan menunjukkan manifestasi DBD berat. Ada yang hanya bermanifestasi demam ringan yang akan sembuh dengan sendirinya atau bahkan ada yang sama sekali tanpa gejala sakit (asimtomatik).

Sebagian lagi akan menderita demam dengue saja yang tidak menimbulkan kebocoran plasma dan mengakibatkan kematian. DBD diperkirakan akan masih cenderung meningkat dan meluas sebarannya. Hal ini karena vektor penular DBD tersebar luas baik di tempat pemukiman maupun ditempat umum. Selain itu kepadatan penduduk, mobilitas penduduk, urbanisasi yang semakin meningkat terutama sejak 3 dekade yang terakhir.

Pengendalian fisik merupakan pilihan utama pengendalian vektor DBD melalui kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dengan cara menguras bak mandi/bak penampungan air, menutup rapat-rapat tempat penampungan air dan memanfaatkan kembali/mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan jentik nyamuk (3M).

PSN 3M akan memberikan hasil yang baik apabila dilakukan secara luas dan serentak, terus menerus dan berkesinambungan. PSN 3M sebaiknya dilakukan sekurang-kurangnya seminggu sekali sehingga terjadi pemutusan rantai pertumbuhan nyamuk pra dewasa tidak menjadi dewasa.

WASPADA DBD

Rabu, 24 November 2021 04:53

Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dan terpenting dari pembangunan nasional, tujuan diselenggarakannya pembangunan kesehatan adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan nasional diselenggarakan berbagai upaya kesehatan secara menyeluruh, berjenjang dan terpadu. Puskesmas merupakan garda depan dalam penyelenggaraan upaya kesehatan dasar. Puskesmas yang merupakan Unit Pelaksana Teknis Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya promotif dan preventif untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.

Penilaian keberhasilan Puskesmas dapat dilakukan oleh internal organisasi Puskesmas itu sendiri, yaitu dengan ”Penilaian Kinerja Puskesmas,” yang mencakup manajemen sumber daya termasuk alat, obat, keuangan dan tenaga, serta didukung dengan manajemen sistem pencatatan dan pelaporan, disebut Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIMPUS). Untuk menjamin bahwa perbaikan mutu, peningkatan kinerja dan penerapan manajemen risiko dilaksanakan secara berkesinambungan di Puskesmas, maka perlu dilakukan penilaian oleh pihak eksternal dengan menggunakan standar yang ditetapkan yaitu melalui mekanisme akreditasi. Puskesmas wajib untuk diakreditasi secara berkala paling sedikit tiga tahun sekali, demikian juga akreditasi merupakan salah satu persyaratan kredensial sebagai fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama yang bekerja sama dengan BPJS.

Tujuan utama akreditasi Puskesmas adalah untuk pembinaan peningkatan mutu, kinerja melalui perbaikan yang berkesinambungan terhadap sistem manajemen, sistem manajemen mutu dan sistem penyelenggaraan pelayanan dan program, serta penerapan manajemen risiko, dan bukan sekedar penilaian untuk mendapatkan sertifikat akreditasi.

Puskesmas Alak sebagai salah satu puskesmas di kota kupang saat sedang mempersdiapkan diri untuk re-akreditasi puskesmas. Persiapan yang dilakukan meliputi perbaikan sarana prasarana, penilaian dan perbaikan mutu pelayanan baik dari unit UKP maupun UKM serta administrasi. Re-akreditasi puskesmas melibatkan seluruh staf puskesmas Alak serta melibatkan lintas sektor.

PUSKESMAS ALAK SIAP RE-AKREDITASI

Rabu, 24 November 2021 04:28

Penyakit kanker yaitu penyakit tidak menular yang disebabkan oleh sel atau jaringan tidak normal yang dapat berkembang sehingga mengganggu metabolisme tumbuh dan berkembang dengan cepat.

Jika jaringan tersebut sudah berkembang pesat maka beberapa penyakit komplikasi dari penyakit ini juga bisa menyebar dengan cepat pula. Penyebaran kanker ini melalui jalan pembuluh darah atau pembuluh getah bening. Semua unsur yang membentuk organ punya potensi untuk menyebarkan kanker. Diawali dari masa tumor, sel kanker bisa berkembang sangat ganas.  Menurut pendataan dari lembaga Riset Dasar (Riskesdas) di tahun 2013, jumlah penderita tumor atau kanker mancapai 1,4 per 1000 penduduk setara dengan 347.000 orang. Penderita terbanyak ada pada kanker payudara dan kanker leher Rahim.

 

Strategi Gaya Hidup untuk Pencegahan Kanker :

Menjaga berat badan sehat (ideal)

Selalu aktif, mau jalan dengan teman atau mendaftar kelas yoga, tetapkan tujuan kebugaran Anda

Jangan lewatkan pemeriksaan berkala Anda dengan Dokter

Kurangi konsumsi sodium/garam

Beralihlah ke gandum

Beralihlah ke nasi merah daripada nasi putih

Pilih air mineral jika kehausan. Kurangi konsumsi minuman manis seperti es eth manis.

Hindari makanan yang diasap atau dibakar.

Staregi Gaya Hidup Cegah Kanker

Selasa, 23 November 2021 04:20

Penyakit Paru Kronik berhubungan dengan organ utama  alat pernapasan manusia. Penyakit Paru Kronik sudah dikenal sebagai Penyakit Paru Obstruktif Menahun. Awal dari penyakit Paru Kronik ini disebabkan oleh oksigen yang tidak sepenuhnya mengalir dan berbalik untuk mengalir ke seluruh tubuh.

Aliran udara yang lambat sifatnya ber periode.  Penyakit peradangan paru ini  berkembang dalam jangka waktu panjang. Penyakit ini menghalangi aliran udara dari paru-paru karena terhalang pembengkakan dan lendir atau dahak, sehingga penderitanya sulit bernapas. Karena PPOK menjangkiti organ penting tubuh yaitu organ yang digunakan untuk bernapas, tentu saja sangatlah berbahaya jika mendiamkan PPOK. Orang yang terkena resiko paling besar dari PPOK tentu saja orang yang mempunyai kebiasaan merokok. Paru-paru yang dijangkiti bakteri dan virus sangat berbahaya dan berujung pada kematian. PPOK juga bisa menumbuhkan komplikasi penyakit dengan organ lain. Komplikasi yang disebabk oleh PPOK, yaitu :

Infeksi pernapasan

Dengan kondisi paru-paru yang tidak sempurna lagi keadaannya, maka paru paru menjadi rentan terhadap virus yang langsung menyasar pada paru-paru. Virus yang paling sering menyerang seperti influenza atau pnemonia. Jaringan paru paru akan rentan terhadap infeksi .

Jantung

Resiko penyakit jantung bisa mendekati orang dengan PPOK karena biasanya kebiasaan merokok merupakan sebab utamanya yang berpengaruh pada kerja jantung.

Kanker paru

PPOK yang tidak juga membaik akan menyebabkan paru-paru kehilangan fungsinya dan dirusak oleh sel kanker yang akan tumbuh pada paru-paru yang sudah terinfeksi.

Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi ditimbulkan oleh darah yang mengalir ke dalam paru-paru atau yang disebut dengan Hipertensi Pulmonal.

Depresi

Depresi timbul karena penderita berusaha bernapas menghirup oksigen dengan paru-paru yang tidak berfungsi sehingga dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari, depresi bisa menyerang

Diabetes melitus (DM) didefinisikan sebagai suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid, dan protein sebagai akibat insufisiensi fungsi insulin.

Berdasarkan data Riskesdas tahun 2013 dan tahun 2018 menunjukkan bahwa tren prevalensi penyakit Diabetes Melitus di Indonesia mengalami peningkat dari 6,9% menjadi 8,5 %, prevalensi penyakit DM menurut diagnosa dokter meningkat dari 1,2% menjadi 2%.

Sebagian besar (sekitar 3 diantara 4 orang) penderita DM tidak menyadari kalau dirinya menderita penyakit DM dan kurangya kesadaran klien terhadap kontrol berkala.

Sebelum jatuh menjadi diabetes, seseorang akan mengalami fase pradiabetes. Pada kondisi ini sebenarnya sudah ada tanda-tanda seseorang mengalami diabetes namun sering kali tidak disadari. Padahal, di tahap ini pasien masih masih bisa disembuhkan, namun karena ketidaktahuan terhadap gejala diabetes, hanya dibiarkan dan akhirnya sulit untuk dikendalikan.

Penyakit diabetes tidak hanya disebabkan pola hidup yang kurang sehat. Tapi juga bisa terjadi karena keturunan. Setiap orang berpotesi mengalami diabetes manakala diikuti dengan gaya hidup yang buruk seperti kurang aktivitas fisik, kegemukan, hipertensi, merokok, dan diet tidak seimbang. Cara mencegah agar seseorang tidak terlanjur jatuh dalam keadaaan diabetes maka perlu adanya deteksi dini secara rutin dan berkala.

Kementerian kesehatan melalui Unit Pelayanan masyarakat terdepan yaitu Puskesmas Alak secara rutin melaksanakan Skrining PTM untuk mendeteksi secara dini penyakit hipertensi dan Diabetes mellitus. Pelaksanaan skrining PTM dilakukan di Posbindu PTM yang dilaksanakan di 6 kelurahan di wilayah kerja Puskesmas Alak.

SKRINING PTM DI POSBINDU PTM

Selasa, 23 November 2021 03:13

Belum kenyang rasanya kalau belum makan nasi. Padahal bagi yang sedang diet, berlebihan makan nasi adalah sumber kalori utama yang bikin berat badan susah dikontrol.

Kenapa nasi bikin gemuk? Nasi adalah karbohidrat, yang di dalam tubuh akan dipecah menjadi glukosa. Glukosa ini yang akan diedarkan ke seluruh tubuh sebagai sumber energi

Ketika kebutuhan sumber energi tidak sebanding dengan asupan nasi, maka akan disimpan dalam bentuk lemak. Bukan itu saja, glukosa yang terlalu tinggi di dalam darah dalam jangka panjang juga meningkatkan risiko diabetes. Nah, lalu harus makan apa kalau tidak boleh terlalu banyak makan nasi? Ini alternatifnya:

Quinoa

Salah satu yang populer adalah quinoa, yakni biji-bijian yang diklaim bebas gluten dan memiliki protein jauh lebih tinggi dibanding nasi. Quinoa juga memiliki banyak kandungan nutrisi lain yang berguna bagi tubuh.

Jelai

Jelai atau barley sepintas mirip gandung dengan tekstur yang kenyal. Selain memberikan asupan kalori yang setara nasi, jelai punya lebih banyak kandungan nutrisi. Disebut-sebut, jelai juga bisa menurunkan kadar kolesterol.

 

Brokoli

Brokoli  bisa menjadi alternatif pengganti nasi karena seratnya juga bikin kenyang. Meski demikian, tiap 57 gram brokoli hanya mengandung kalori sebanyak 15 kkal sehingga tidak cepat bikin gemuk. Tentu saja, sayuran ini punya lebih banyak sumber antioksidan.

 

 

Minlok atau Loka karya mini merupakan salah satu langkah pelaksanaan manajemen dalam bentuk forum pertemuan. Tujuan pelaksanaan minlok secara  umum Lokakarya Mini adalah untuk meningkatkan fungsi Puskesmas melalui penggalangan kerja sama tim baik lintas program maupun lintas sektor serta terlaksananya kegiatan Puskesmas sesuai dengan perencanaan. pada tanggal 30 juli 2021 Puskesmas alak melaksanakan minlok internal  guna membahas capaian kerja masing - masing program baik esensial maupun pengembangan. Minilok ini diikuti oleh semua pemegang program dan para penanggungjawab puskesmas pembantu (Pustu). 

 

Sejalan dengan program vaksinasi COVID-19 di Indonesia, muncul pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan di tengah masyarakat. Salah satunya apakah boleh minum kopi setelah vaksin COVID-19?

Pertanyaan tersebut mungkin muncul karena kekhawatiran senyawa yang ada pada kopi dapat memengaruhi kerja vaksin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan otoritas kesehatan lainnya sampai saat ini sebetulnya tidak pernah menyebut ada asupan tertentu yang jadi pantangan setelah mendapat vaksin COVID-19. Artinya secara umum seseorang bisa mengonsumsi makanan atau minuman apa saja asal dalam kondisi sehat.

"Efektivitas vaksin tidak terpengaruh oleh makanan atau minuman yang dikonsumsi sebelum atau sesudah vaksinasi," tulis WHO di situs resminya.

Ahli kesehatan paru-paru Profesor Tjandra Yoga Aditama juga menambahkan belum ada penelitian yang melihat secara spesifik dampak kopi terhadap vaksin COVID-19.

"Saya sih belum pernah baca dampak minum kopi dan vaksin COVID-19," ungkap pria yang juga pernah menjabat sebagai direktur WHO Asia Tenggara saat dikonfirmasi detikcom pada Rabu (30/6/2021)

Kesimpulannya boleh saja minum kopi setelah vaksin COVID-19 dalam batas yang wajar. Hal yang menurut ahli lebih harus diperhatikan setelah mendapat vaksin adalah bila muncul gejala efek samping yang bertahan lama atau serius.

 

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5625889/bolehkah-minum-kopi-setelah-vaksin-covid-19-ini-kata-ahli

Halaman 1 dari 6