Puskesmas Alak Kupang

Pengelola Website

kristina solo

kristina solo

Perawat Puskesmas Alak

Website URL: http://puskalak.dinkes-kotakupang.web.id Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Belum kenyang rasanya kalau belum makan nasi. Padahal bagi yang sedang diet, berlebihan makan nasi adalah sumber kalori utama yang bikin berat badan susah dikontrol.

Kenapa nasi bikin gemuk? Nasi adalah karbohidrat, yang di dalam tubuh akan dipecah menjadi glukosa. Glukosa ini yang akan diedarkan ke seluruh tubuh sebagai sumber energi

Ketika kebutuhan sumber energi tidak sebanding dengan asupan nasi, maka akan disimpan dalam bentuk lemak. Bukan itu saja, glukosa yang terlalu tinggi di dalam darah dalam jangka panjang juga meningkatkan risiko diabetes. Nah, lalu harus makan apa kalau tidak boleh terlalu banyak makan nasi? Ini alternatifnya:

Quinoa

Salah satu yang populer adalah quinoa, yakni biji-bijian yang diklaim bebas gluten dan memiliki protein jauh lebih tinggi dibanding nasi. Quinoa juga memiliki banyak kandungan nutrisi lain yang berguna bagi tubuh.

Jelai

Jelai atau barley sepintas mirip gandung dengan tekstur yang kenyal. Selain memberikan asupan kalori yang setara nasi, jelai punya lebih banyak kandungan nutrisi. Disebut-sebut, jelai juga bisa menurunkan kadar kolesterol.

 

Brokoli

Brokoli  bisa menjadi alternatif pengganti nasi karena seratnya juga bikin kenyang. Meski demikian, tiap 57 gram brokoli hanya mengandung kalori sebanyak 15 kkal sehingga tidak cepat bikin gemuk. Tentu saja, sayuran ini punya lebih banyak sumber antioksidan.

 

 

Minlok atau Loka karya mini merupakan salah satu langkah pelaksanaan manajemen dalam bentuk forum pertemuan. Tujuan pelaksanaan minlok secara  umum Lokakarya Mini adalah untuk meningkatkan fungsi Puskesmas melalui penggalangan kerja sama tim baik lintas program maupun lintas sektor serta terlaksananya kegiatan Puskesmas sesuai dengan perencanaan. pada tanggal 30 juli 2021 Puskesmas alak melaksanakan minlok internal  guna membahas capaian kerja masing - masing program baik esensial maupun pengembangan. Minilok ini diikuti oleh semua pemegang program dan para penanggungjawab puskesmas pembantu (Pustu). 

 

Sejalan dengan program vaksinasi COVID-19 di Indonesia, muncul pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan di tengah masyarakat. Salah satunya apakah boleh minum kopi setelah vaksin COVID-19?

Pertanyaan tersebut mungkin muncul karena kekhawatiran senyawa yang ada pada kopi dapat memengaruhi kerja vaksin.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan otoritas kesehatan lainnya sampai saat ini sebetulnya tidak pernah menyebut ada asupan tertentu yang jadi pantangan setelah mendapat vaksin COVID-19. Artinya secara umum seseorang bisa mengonsumsi makanan atau minuman apa saja asal dalam kondisi sehat.

"Efektivitas vaksin tidak terpengaruh oleh makanan atau minuman yang dikonsumsi sebelum atau sesudah vaksinasi," tulis WHO di situs resminya.

Ahli kesehatan paru-paru Profesor Tjandra Yoga Aditama juga menambahkan belum ada penelitian yang melihat secara spesifik dampak kopi terhadap vaksin COVID-19.

"Saya sih belum pernah baca dampak minum kopi dan vaksin COVID-19," ungkap pria yang juga pernah menjabat sebagai direktur WHO Asia Tenggara saat dikonfirmasi detikcom pada Rabu (30/6/2021)

Kesimpulannya boleh saja minum kopi setelah vaksin COVID-19 dalam batas yang wajar. Hal yang menurut ahli lebih harus diperhatikan setelah mendapat vaksin adalah bila muncul gejala efek samping yang bertahan lama atau serius.

 

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5625889/bolehkah-minum-kopi-setelah-vaksin-covid-19-ini-kata-ahli

Flu dan batuk cukup sering dialami, pengobatannya pun sangat banyak jenisnya. Ada obat flu dan batuk yang bisa dibeli di apotek terdekat, ada juga yang bisa diolah sendiri dari bahan-bahan di rumah. Bukan hal baru, ramuan tradisional menjadi andalan untuk mengobati penyakit. Selain mudah dibuat, ramuan racikan sendiri juga minim efek samping.

Lalu apa saja sih obat flu dan batuk yang bisa kita buat sendiri dari bahan di rumah?

Air Jahe

Merebus beberapa jahe dipercaya dapat membantu meredakan batuk atau sakit tenggorokan. Efek hangat yang ditimbulkan oleh jahe juga bisa membantu melegakan pernapasan. Dikutip dari Healthline, meminum air jahe juga dapat meredakan rasa mual yang kerap dialami ketika terserang flu dan batuk.

 

Madu

Madu berfungsi sebagai antibakteri dan antimikroba yang sangat efektif sebagai obat flu dan batuk. Minum madu dengan lemon juga dipercaya dapat meredakan sakit tenggorokan. Penelitian menyebut, minum 10 gram madu sebelum tidur dapat membuat tidur lebih nyenyak dan membantu mengurangi gejala pilek.

 

Bawang putih

Bawang putih dipercaya sebagai obat flu dan batuk selanjutnya. Pasalnya, bawang putih mengandung senyawa allicin yang memiliki sifat antimikroba yang ampuh untuk mengatasi flu dan batuk.

 

Air Putih

Minum air putih sangat penting untuk menjaga tubub tetap terhidrasi apalagi ketika sedang flu. Air membantu menjaga hidung, mulut, dan tenggorokan tetap lembab. Sehingga, minum air putih dapat membantu tubuh menyingkirkan lendir dan dahak yang menumpuk.

 

Kaldu Hangat

Minum kaldu ayam atau tulang sapi hangat adalah cara yang baik untuk membantumu tetap terhidrasi. Minum kaldu bisa jadi obat flu dan batuk serta meredakan hidung yang tersumbat.

Kaldu secara alami tinggi protein dan mineral seperti natrium dan kalium. Kaldu juga kaya akan protein yang baik untuk membentuk kekebalan tubuh dan sangat baik dikonsumsi sebagai obat flu dan batuk.

 

Sumber : https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-5626355/5-obat-flu-dan-batuk-alami-mudah-didapat-dan-praktis-dibuat

Mindful eating atau makan berkesadaran merupakan konsep di mana seseorang memiliki kesadaran terhadap makanan yang dikonsumsi. Dikutip dari NCBI, dengan menerapkan konsep ini, maka seseorang harus memperhatikan apa yang mereka makan dan bagaimana mereka menikmati makanannya. Menurut Seala Septiani, S.Gz, M.Gizi, mindful eating penting untuk diterapkan sejak anak masih kecil.

Salah satu cara untuk mengajarkan konsep midful eating sejak dini adalah dengan membiasakan anak untuk tertib dengan waktu makan.

"Sebenarnya dengan kita memperkenalkan mereka makan dengan waktu makan yang tepat, tertib saat makan, misalnya tidak nonton TV saat makan, itu sebenarnya kan sudah mengarah kepada mindful eating," kata Seala dalam webinar Terapkan Produk Pilihan Lebih Sehat, Selasa (6/4/2021). Disebutkan, fokus pada makanan dan tidak makan sambil multitasking atau melakukan hal lainnya akan membentuk kesadaran anak kepada makanan yang mereka konsumsi.

"Jangan multitask saat makan, jangan biasakan makan sambil melakukan hal lain, lari-lari misalnya, bermain, dan lain-lain. Kemudian latih juga makan dengan porsi tepat, jangan sampai ada judgement," lanjutnya.

Saat makan, para orang tua juga bisa mencoba meningkatkan kesadaran dengan mengajarkan anak untuk mengobservasi jenis makanan yang dimakan, seperti mengenalkan tekstur dan warna makanannya. Di sisi lain, menghindari judgement atau anggapan negatif terhadap makanan juga harus dihindari. "Selain itu hindari judgement, ya, jangan dibilang ini (makanan) tidak sehat, ini sehat. Nah, itu udah bagian dari tidak midful sebenarnya. Nah, itu salah," jelasnya.

 

Sumber  : https://health.detik.com/diet/d-5523051/tips-mengenalkan-mindful-eating-agar-anak-terhindar-dari-obesitas

Edukasi dan promosi kesehatan memegang peran utama dalam penanganan COVID-19. Selama masa pandemi, pemerintah telah merekomendasikan seluruh warga untuk menerapkan adaptasi kebiasaan baru atau new normal. Penularan COVID-19 terjadi melalui droplet yang mengandung virus SARS-CoV-2 yang masuk ke dalam tubuh melalui hidung, mulut dan mata, untuk itu pencegahan penularan COVID-19 pada individu dilakukan dengan beberapa tindakan, seperti :

Cuci Tangan         

Membersihkan tangan secara teratur dengan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir selama 40-60 detik atau menggunakan cairan antiseptik berbasis alkohol (handsanitizer) minimal 20-30 detik. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang tidak bersih.

 

Pakai Masker

Menggunakan alat pelindung diri berupa masker yang menutupi hidung dan mulut jika harus keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya (yang mungkin dapat menularkan COVID-19).

Jaga Jarak 

Menjaga jarak minimal 1meter dengan orang lain untuk menghindari terkena droplet dari orang yang yang batuk atau bersin. Jika tidak memungkin melakukan jaga jarak maka dapat dilakukan dengan berbagai rekayasa administrasi dan teknis lainnya.

 

Batasi Kegiatan diluar Rumah 

Membatasi diri terhadap interaksi / kontak dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya.

Saat tiba di rumah setelah bepergian, segera mandi dan berganti pakaian sebelum kontak dengan anggota keluarga di rumah.

Tingkatkan daya tahan tubuh

Meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti konsumsi gizi seimbang, aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, istirahat yang cukup termasuk pemanfaatan kesehatan tradisional.

 

CEGAH COVID-19 DARI DIRI SENDIRI

Minggu, 30 Mei 2021 05:12

“Remaja yang sehat merupakan investasi masa depan bangsa. Generasi muda memiliki peranan penting untuk melanjutkan estafet pembangunan dan perkembangan bangsa. Di tangan merekalah arah negata ini ditentukan” ujar Menteri Kesehatan Ir. Budi Gunadi Sadikin yang dikutib dari halaman website resmi Kementerian KesehatanRI tahun 2021.

Status gizi dan kehatan remaja haruslah dipersiapkan secara dini agar dapat menghasilkan penerus bangsa yang berkualitas. Salah satu masalah kesehatan yang sering dijumpai pada remaja adalah anemia. Anemia memiliki gejala umum seperti kelelahan, letih dan lesu. Jika masalah anemia ini berlanjut hingga remaja tersebut bertumbuh menjadi dewasa dan tidak tertangani maka beresiko akan melahirkan anak dengan masalah gizi.

Untuk itu pemerintah melalui kementerian kesehatan RI melakukan upaya pencegahan dengan mencanangkan program rutin pemberian tablet tambah darah pada remaja. Puskesmas dalam hal ini memegang peranan penting dalam fungsi koordinasi dengan lintas sector khususnya sekolah-sekolah yang berada di wilayah kerjanya untuk mengiatkan kegiatan sehingga dapat meningkatkan cakupan pemerian tablet tambah darah ini.

Puskesmas Alak secara rutin berkerja sama dengan semua Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menegah Pertama (SMP) menjalanankan kegiatan pemberian tablet tambah darah secara langsung kepada remaja putri.

Komitmen kerjasama ini salah satunya ditunjukkan oleh MAN Kupang dengan melauncing inovasi dalam pemberian tablet tambah darah pada siswi di masa pandemi  ini yaitu dengan “pemberian Tablet Tambah Darah dengan sistem Drive thru. Hal ini bertujuan untuk menekan angka kontak yang lama untuk mencegah penularan penyakit covid-19 namun siswa tetap mendapat tablet tambah darah.

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS- CoV-2). Tanda dan gejala umum infeksi COVID-19 antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas. Masa inkubasi rata-rata 5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang 14 hari. Pada kasus COVID-19 yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Penyakit ini merupakan penyakit menular. Pemerintah sedang berupaya keras untuk menekan angka penularannya.

 

 

 

 

 

Berkaitan dengan kebijakan penanggulangan wabah penyakit menular, Indonesia telah memiliki Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1991 tentang Penangulangan Wabah Penyakit Menular, dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1501/Menkes/Per/X/2010 tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu Yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangan.

Pada level pelayanan kesehatan tingkat pertama yaitu puskesmas melaksanakan berbagai upaya baik pencegahan dan pengendalian penyebaran covid-19 dengan cara pemeriksaan SWAB nasofaring dan orofaring pada masyarakat. Pemeriksaan ini dapat diakses secara gratis oleh masyarakat yang dilaksakan secara rutin setiap minggunya pada hari kamis pukul 10.00 WITA yang bertempat di Puskesmas Alak.

SWAB GRATIS SATU KALI SEMINGGU

Minggu, 30 Mei 2021 04:28

Pandemi Covid19 belum juga berakhir. Untuk itu butuh peran serta semua pihak untuk lebih bekerja keras sehingga angka penyebaran covid-19 dapat ditekan. Upaya preventif, promotif dan kuratif secara aktif diselenggarakan oleh Puskesmas Alak untuk mengendalikan angka penyebaran covid-19.

Kementerian Kesehatan RI mencetus upaya 3T untuk mempercepat pengendalian penyebaran covid-19 dan Puskesmas Alak sebagai Pusat pelayanan kesehatan yang terpusat pada wilayah kecamatan Alak Khususnya 6 Kelurahan yaitu Kelurahan Nunhila, Nunbaun Delha, Nunbaun Sabu, Namosain, Penkase dan Alak telah memiliki tim 3T yang bertugas untuk melakukan pemeriksaan (Test), penelusuran (tracing) dan pengobatan (Treatment) di wilayah kerja Puskesmas Alak.

 

Pemeriksaan (Test) pelacakan penderita baru dilakukan dengan menjadwalkan secara rutin pemeriksaan Swab PCR yang berlokasi di Halaman Puskesmas Alak yang melibatkan dokter, analis laboratorium Puskesmas alak, Survelens Puskesmas Alak dan Tim 3 T yang telah dibentuk.

Diharapkan dengan adanya kegiatan pemeriksaan rutin ini dapat membantu pelacakan secara cepat sehingga penderita covid-19 dapat diketahui secara cepat sehingga dapat dilakukan penanganan secara cepat dan tepat.

PUSKESMAS ALAK LAKUKAN SWAB BAGI WARGA

Minggu, 25 April 2021 06:38

Posyandu merupakan salah satu upaya kesehatan yang berbasis masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan oleh-dari dan untuk masyarakat disuatu wilayah.

Di masa pandemic Covid19 ini, belakangan kegiatan posyandi di wilayah Kota Kupang khususnya wilayah kerja Puskesmas Alak untuk sementara dihentikan guna mencegah terjadinya kerumunan masyarakat dalam jumlah yang besar serta menekan angka penularan Covid19.  

Bulan Maret 2021 posyandu resmi dibuka kembali meningat pentingnya upaya pencegahan dini yang dilakukan dengan pemberian imunisasi, penyuluhan kesehatan dan deteksi tumbuh kembang pada bayi balita di wilayah kerja Puskesmas Alak.

Pelayanan Posyandu tetap mengutamakan protocol kesehatan dengan memperhatikan himbauan dari pemerintah Kota Kupang.

Untuk itu, masyarakat diminta untuk proaktif mengikuti kegiatan posyandu dengan tidak mengabaikan dan mematuhi protocol kesehatan saat posyandu berlangsung.

          

Mari Ke Posyandu

Minggu, 25 April 2021 05:31
Halaman 1 dari 5