Puskesmas Alak Kupang

Pengelola Website

kristina solo

kristina solo

Perawat Puskesmas Alak

Website URL: http://puskalak.dinkes-kotakupang.web.id Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Mindful eating atau makan berkesadaran merupakan konsep di mana seseorang memiliki kesadaran terhadap makanan yang dikonsumsi. Dikutip dari NCBI, dengan menerapkan konsep ini, maka seseorang harus memperhatikan apa yang mereka makan dan bagaimana mereka menikmati makanannya. Menurut Seala Septiani, S.Gz, M.Gizi, mindful eating penting untuk diterapkan sejak anak masih kecil.

Salah satu cara untuk mengajarkan konsep midful eating sejak dini adalah dengan membiasakan anak untuk tertib dengan waktu makan.

"Sebenarnya dengan kita memperkenalkan mereka makan dengan waktu makan yang tepat, tertib saat makan, misalnya tidak nonton TV saat makan, itu sebenarnya kan sudah mengarah kepada mindful eating," kata Seala dalam webinar Terapkan Produk Pilihan Lebih Sehat, Selasa (6/4/2021). Disebutkan, fokus pada makanan dan tidak makan sambil multitasking atau melakukan hal lainnya akan membentuk kesadaran anak kepada makanan yang mereka konsumsi.

"Jangan multitask saat makan, jangan biasakan makan sambil melakukan hal lain, lari-lari misalnya, bermain, dan lain-lain. Kemudian latih juga makan dengan porsi tepat, jangan sampai ada judgement," lanjutnya.

Saat makan, para orang tua juga bisa mencoba meningkatkan kesadaran dengan mengajarkan anak untuk mengobservasi jenis makanan yang dimakan, seperti mengenalkan tekstur dan warna makanannya. Di sisi lain, menghindari judgement atau anggapan negatif terhadap makanan juga harus dihindari. "Selain itu hindari judgement, ya, jangan dibilang ini (makanan) tidak sehat, ini sehat. Nah, itu udah bagian dari tidak midful sebenarnya. Nah, itu salah," jelasnya.

 

Sumber  : https://health.detik.com/diet/d-5523051/tips-mengenalkan-mindful-eating-agar-anak-terhindar-dari-obesitas

Edukasi dan promosi kesehatan memegang peran utama dalam penanganan COVID-19. Selama masa pandemi, pemerintah telah merekomendasikan seluruh warga untuk menerapkan adaptasi kebiasaan baru atau new normal. Penularan COVID-19 terjadi melalui droplet yang mengandung virus SARS-CoV-2 yang masuk ke dalam tubuh melalui hidung, mulut dan mata, untuk itu pencegahan penularan COVID-19 pada individu dilakukan dengan beberapa tindakan, seperti :

Cuci Tangan         

Membersihkan tangan secara teratur dengan cuci tangan pakai sabun dan air mengalir selama 40-60 detik atau menggunakan cairan antiseptik berbasis alkohol (handsanitizer) minimal 20-30 detik. Hindari menyentuh mata, hidung dan mulut dengan tangan yang tidak bersih.

 

Pakai Masker

Menggunakan alat pelindung diri berupa masker yang menutupi hidung dan mulut jika harus keluar rumah atau berinteraksi dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya (yang mungkin dapat menularkan COVID-19).

Jaga Jarak 

Menjaga jarak minimal 1meter dengan orang lain untuk menghindari terkena droplet dari orang yang yang batuk atau bersin. Jika tidak memungkin melakukan jaga jarak maka dapat dilakukan dengan berbagai rekayasa administrasi dan teknis lainnya.

 

Batasi Kegiatan diluar Rumah 

Membatasi diri terhadap interaksi / kontak dengan orang lain yang tidak diketahui status kesehatannya.

Saat tiba di rumah setelah bepergian, segera mandi dan berganti pakaian sebelum kontak dengan anggota keluarga di rumah.

Tingkatkan daya tahan tubuh

Meningkatkan daya tahan tubuh dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) seperti konsumsi gizi seimbang, aktivitas fisik minimal 30 menit sehari, istirahat yang cukup termasuk pemanfaatan kesehatan tradisional.

 

CEGAH COVID-19 DARI DIRI SENDIRI

Minggu, 30 Mei 2021 05:12

“Remaja yang sehat merupakan investasi masa depan bangsa. Generasi muda memiliki peranan penting untuk melanjutkan estafet pembangunan dan perkembangan bangsa. Di tangan merekalah arah negata ini ditentukan” ujar Menteri Kesehatan Ir. Budi Gunadi Sadikin yang dikutib dari halaman website resmi Kementerian KesehatanRI tahun 2021.

Status gizi dan kehatan remaja haruslah dipersiapkan secara dini agar dapat menghasilkan penerus bangsa yang berkualitas. Salah satu masalah kesehatan yang sering dijumpai pada remaja adalah anemia. Anemia memiliki gejala umum seperti kelelahan, letih dan lesu. Jika masalah anemia ini berlanjut hingga remaja tersebut bertumbuh menjadi dewasa dan tidak tertangani maka beresiko akan melahirkan anak dengan masalah gizi.

Untuk itu pemerintah melalui kementerian kesehatan RI melakukan upaya pencegahan dengan mencanangkan program rutin pemberian tablet tambah darah pada remaja. Puskesmas dalam hal ini memegang peranan penting dalam fungsi koordinasi dengan lintas sector khususnya sekolah-sekolah yang berada di wilayah kerjanya untuk mengiatkan kegiatan sehingga dapat meningkatkan cakupan pemerian tablet tambah darah ini.

Puskesmas Alak secara rutin berkerja sama dengan semua Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menegah Pertama (SMP) menjalanankan kegiatan pemberian tablet tambah darah secara langsung kepada remaja putri.

Komitmen kerjasama ini salah satunya ditunjukkan oleh MAN Kupang dengan melauncing inovasi dalam pemberian tablet tambah darah pada siswi di masa pandemi  ini yaitu dengan “pemberian Tablet Tambah Darah dengan sistem Drive thru. Hal ini bertujuan untuk menekan angka kontak yang lama untuk mencegah penularan penyakit covid-19 namun siswa tetap mendapat tablet tambah darah.

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS- CoV-2). Tanda dan gejala umum infeksi COVID-19 antara lain gejala gangguan pernapasan akut seperti demam, batuk dan sesak napas. Masa inkubasi rata-rata 5-6 hari dengan masa inkubasi terpanjang 14 hari. Pada kasus COVID-19 yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Penyakit ini merupakan penyakit menular. Pemerintah sedang berupaya keras untuk menekan angka penularannya.

 

 

 

 

 

Berkaitan dengan kebijakan penanggulangan wabah penyakit menular, Indonesia telah memiliki Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 1991 tentang Penangulangan Wabah Penyakit Menular, dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1501/Menkes/Per/X/2010 tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu Yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangan.

Pada level pelayanan kesehatan tingkat pertama yaitu puskesmas melaksanakan berbagai upaya baik pencegahan dan pengendalian penyebaran covid-19 dengan cara pemeriksaan SWAB nasofaring dan orofaring pada masyarakat. Pemeriksaan ini dapat diakses secara gratis oleh masyarakat yang dilaksakan secara rutin setiap minggunya pada hari kamis pukul 10.00 WITA yang bertempat di Puskesmas Alak.

SWAB GRATIS SATU KALI SEMINGGU

Minggu, 30 Mei 2021 04:28

Pandemi Covid19 belum juga berakhir. Untuk itu butuh peran serta semua pihak untuk lebih bekerja keras sehingga angka penyebaran covid-19 dapat ditekan. Upaya preventif, promotif dan kuratif secara aktif diselenggarakan oleh Puskesmas Alak untuk mengendalikan angka penyebaran covid-19.

Kementerian Kesehatan RI mencetus upaya 3T untuk mempercepat pengendalian penyebaran covid-19 dan Puskesmas Alak sebagai Pusat pelayanan kesehatan yang terpusat pada wilayah kecamatan Alak Khususnya 6 Kelurahan yaitu Kelurahan Nunhila, Nunbaun Delha, Nunbaun Sabu, Namosain, Penkase dan Alak telah memiliki tim 3T yang bertugas untuk melakukan pemeriksaan (Test), penelusuran (tracing) dan pengobatan (Treatment) di wilayah kerja Puskesmas Alak.

 

Pemeriksaan (Test) pelacakan penderita baru dilakukan dengan menjadwalkan secara rutin pemeriksaan Swab PCR yang berlokasi di Halaman Puskesmas Alak yang melibatkan dokter, analis laboratorium Puskesmas alak, Survelens Puskesmas Alak dan Tim 3 T yang telah dibentuk.

Diharapkan dengan adanya kegiatan pemeriksaan rutin ini dapat membantu pelacakan secara cepat sehingga penderita covid-19 dapat diketahui secara cepat sehingga dapat dilakukan penanganan secara cepat dan tepat.

PUSKESMAS ALAK LAKUKAN SWAB BAGI WARGA

Minggu, 25 April 2021 06:38

Posyandu merupakan salah satu upaya kesehatan yang berbasis masyarakat yang dikelola dan diselenggarakan oleh-dari dan untuk masyarakat disuatu wilayah.

Di masa pandemic Covid19 ini, belakangan kegiatan posyandi di wilayah Kota Kupang khususnya wilayah kerja Puskesmas Alak untuk sementara dihentikan guna mencegah terjadinya kerumunan masyarakat dalam jumlah yang besar serta menekan angka penularan Covid19.  

Bulan Maret 2021 posyandu resmi dibuka kembali meningat pentingnya upaya pencegahan dini yang dilakukan dengan pemberian imunisasi, penyuluhan kesehatan dan deteksi tumbuh kembang pada bayi balita di wilayah kerja Puskesmas Alak.

Pelayanan Posyandu tetap mengutamakan protocol kesehatan dengan memperhatikan himbauan dari pemerintah Kota Kupang.

Untuk itu, masyarakat diminta untuk proaktif mengikuti kegiatan posyandu dengan tidak mengabaikan dan mematuhi protocol kesehatan saat posyandu berlangsung.

          

Mari Ke Posyandu

Minggu, 25 April 2021 05:31

Olahraga dan vaksin COVID-19 punya tujuan yang sama, sama-sama menjadi ikhtiar untuk menjaga kesehatan. Habis vaksin boleh olahraga, atau ada pantangan tertentu?

Vaksin COVID-19 merupakan produk yang relatif masih baru, ada banyak hal yang hingga saat ini masih terus diteliti. Termasuk efeknya di dalam tubuh setelah disuntikkan. Berbagai kemungkinan efek samping maupun kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) memang sudah diteliti melalui uji klinis pada tahap pengembangan. Ketika suatu vaksin sudah boleh digunakan, artinya faktor keamanan sudah dipertimbangkan. Jadi, habis vaksin boleh olahraga? Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan.

 

Observasi

Petunjuk teknis vaksinasi COVID-19 mengharuskan penerima vaksin menunggu 30 menit sebelum meninggalkan tempat vaksinasi. Demikian juga petugas, harus memantau berbagai kemungkinan KIPI yang muncul dalam 30 menit tersebut.

Jadi kalaupun mau langsung olahraga setelah vaksin, sebaiknya tunggu setelah selesai observasi.

 

Ada kemungkinan efek samping

Beberapa keluhan ringan umumnya dianggap wajar jika muncul setelah vaksinasi. Di antaranya seperti rasa letih, sakit kepala, nyeri otot, bahkan mungkin sedikitg demam. Keluhan ini bisa muncul dalam 1-2 hari.

"Efek samping umum ini adalah pertanda sistem imun merespons vaksin," kata David Wyles, MD, ahli penyakit infeksi dari Denver Health, dikutip dari Health.

Menurut dr David, berbagai keluhan itu umumnya cepat hilang dan tidak terlalu mengganggu aktivitas sehari-hari. Termasuk olahraga.

 

Tidak Langsung Kebal

Selain soal efek samping, yang harus dipertimbangkan juga adalah soal protokol pencegahan COVID-19. Salah satu titik lengah penularan adalah ketika berolahraga bareng-bareng, lalu dilanjutkan dengan kumpul-kumpul. Penting untuk diingat, vaksin tidak memberikan kekebalan sesaat setelah disuntikkan. Karenanya, pakai masker dan jaga jarak tetap jadi kewajiban.

 

Jadi, bolehkah berolahraga setelah vaksin? Jawabannya Selama tidak muncul keluhan serius, dan sudah selesai menjalani observasi selama 30 menit, tidak ada larangan untuk beraktivitas seperti biasa.

"Saya pikir tidak ada yang bahaya untuk olahraga setelah mendapat vaksin," kata dr David.

Bahkan beberapa keluhan ringan setelah vaksin juga tidak perlu jadi alasan untuk melarang olahraga setelah vaksin. Tidak ada bukti olahraga setelah vaksin akan mengurangi efektivitas.

Namun dr David mengingatkan aturan umum saat olahraga: dengarkan tubuh sendiri! Jika merasa tidak nyaman, maka 'rest' atau istirahat adalah bagian dari olahraga yang terprogram.

 

Sumber : https://health.detik.com/kebugaran/d-5536599/habis-vaksin-boleh-olahraga-ini-4-hal-yang-harus-dipertimbangkan diundah tanggal 25-04-2021

OLAHRAGA SETELAH DIVAKSIN, BOLEHKAH?

Minggu, 25 April 2021 04:36

Upaya pemerintah menekan angka penderta COVID-19 salah satunya dengan pelaksanaan vaksinasi. Pelaksanaan vaksinasi akan dibagi menjadi beberapa tahapan yang dimulai dengan pelaksanaan vaksinasi pada petugas kesehatan.

PUSKESMAS ALAK SIAP DIVAKSIN

Selasa, 02 Februari 2021 05:16

Langkah pemerintah dalam upaya penanganan dan pencegahan pandemic COVID-19 di Indonesia salah satunya dengan pelaksanaan vaksinasi masal.

Vitamin D adalah satu-satunya nutrisi yang diproduksi tubuh Anda saat terkena sinar matahari.

Halaman 1 dari 5