kristina solo

kristina solo

Perawat Puskesmas Alak

Website URL: http://puskalak.dinkes-kotakupang.web.id   |   Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.
Jakarta. Direktur Pencegahan Penyakit Tidak Menular, Cut Putri Ariene menyebutkan orang dengan Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, jantung, kanker, diabetebes, ginjal, PPOK, penyakit nafas lainnya, gangguan imunologi dll, turut mempermudah seseorang terpapar COVID-19, bahkan kondisinya akan semakin berat.
''Orang-orang kelompok Penyakit Tidak menular adalah orang yang rentan terinfeksi (COVID-19), ini sangat terkait dengan imunitas tubuh, karena yang pasti kondisinya berbeda dengan orang normal,'' kata Cut. Hal yang sama disampaikan Sekretari Jenderal Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Eka Ginanjar, bahwa orang dengan Penyakit Tidak Menular (PTM) mudah tertular, dan jika tertular kondisinya semakin buruk.
''Contohnya hipertensi, pembuluh darahnya sudah tidak baik, kekuatan mukosa (lapisan tubuhnya) itu sudah tidak terlalu bagus lagi, jadi mudah tertular, Daya tahan tubuh bukan hanya imunitas tapi daya tahan tubuh secara non spesifik jadi kekuatan tubuh kita melawan virus itu,'' kata Eka.
Eka berharap, di masa pandemi ini orang dengan PTM lebih menjaga kesehatan dan daya tahan tubuhnya dengan rutin cek kesehatan, menjaga indeks masa tubuh, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan mengubah gaya hidupnya menjadi lebih bersih dan sehat.
Selain mencegah faktor risiko, Cut mengingatkan masyarakat untuk berperan aktif melakukan deteksi sedini mungkin. Deteksi dini penting untuk mengetahui status kesehatan seseorang, sehingga bisa dilakukan pengobatan sedini mungkin.
 
 
''Jangan lupa deteksi dini, untuk orang sehat merasa dirinya tidak memiliki keluhan, belum tentu tetap sehat, lakukanlah skrining minimal 6 bulan sampai 1 tahun sekali,'' terang Cut.
Dekteksi dini dapat dilakukan dengan mengukur tekanan darah, gula darah, indeks masa tubuh, dan lingkar perut. Skrining bagi orang dengan faktor risiko minimal 1 sampai 3 bulan sekali, untuk yang sudah penyandang sebaiknya lebih rutin lagi, minimal 1 kali sebulan.
''Pada masa pandemi, untuk penyandang PTM mendapatkan fleksibilitas bahwa obat diberikan untuk 2 bulan, untuk mengurangi mobilisasi keluar. Yang penting minum obat secara teratur,'' pungkasnya.
 
 
(Orang dengan Penyakit Tidak Menular Berisiko Tinggi Terinfeksi COVID-19 : dipublikasi Sabtu, 04 Juli 2020 , 00:00 WIB)

Isu kesehatan saluran pernapasan belakangan kerap menjadi sorotan. Virus Corona COVID-19 yang menyerang sistem pernapasan membuat banyak orang berusaha untuk menjaga paru-paru untuk tetap sehat. Beberapa makanan untuk kesehatan paru-paru diketahui dapat menjaga kesehatan paru-paru.

Dikutip dari laman Healthline, berikut beberapa makanan untuk kesehatan paru-paru yang perlu kamu tahu. Apa saja?

1. Apel

Sebuah penelitian menunjukkan, mengonsumsi apel secara teratur dapat membantu meningkatkan fungsi paru-paru. Konsumsi lima atau lebih apel per pekan dikatakan dapat memperkuat fungsi paru-paru dan menurunkan risiko penyakit paru obstruktif kronis (COPD).

Asupan apel juga dikatakan dapat menekan risiko asma dan kanker paru-paru. Kandungan antioksidan di dalam apel seperti flavonoid dan vitamin C disebut berkontribusi memberikan manfaat.

 

2. Labu

Labu mengandung berbagai senyawa untuk kesehatan paru-paru. Labu kaya akan karotenoid, termasuk beta karoten, lutein, dan zeaxanthin, dengan sifat antioksidan dan antiinflamasi yang kuat.

 

3. Kunyit

Kunyit sudah lama dikenal sebagai obat herbal karena sifat antioksidan dan antiinflamasi yang dimilikinya, termasuk untuk paru-paru.

Sebuah studi dilakukan kepada 2.478 orang menemukan bahwa asupan kunyit dapat meningkatkan fungsi paru-paru, terlebih pada kelompok perokok.

 

4. Tomat

Tomat menjadi salah satu sumber likopen dan karotenoid. Kedua sumber tersebut diketahui dapat meningkatkan kesehatan paru-paru. Konsumsi tomat terbukti mengurangi peradangan pada saluran pernapasan dan meningkatkan fungsi paru-paru pada orang dengan COPD.

 

5. Teh Hijau

Makanan yang kelima makanan untuk kesehatan paru-paru adalah teh hijau. Kandungan epigallocatechin gallate (EGCG) yang ada di dalam teh hijau bersifat antioksidan dan antiinflamasi. Kandungan ini terbukti dapat menghambat fibrosis paru atau jaringan akut pada paru. Fibrosis paru merupakan penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan jaringan akut pada paru yang progresif. Beberapa penelitian menemukan bahwa EGCG dapat membantu mengatasi fibrosis paru. Sejumlah ahli juga menemukan beberapa pasien yang telah sembuh dari virus Corona COVID-19 mengalami komplikasi berupa fibrosis paru.

 

6. Minyak Zaitun

Terakhir makanan untuk kesehatan paru-paru adalah minyak zaitun, minyak zaitun dikenal kaya akan manfaat kesehatan, salah satunya untuk paru-paru. Sebuah penelitian yang melibatkan 871 peserta menemukan bahwa asupan minyak zaitun dapat menekan risiko asma.

 

Sumber berita : https://health.detik.com/diet/d-5082786/6-asupan-makanan-yang-bermanfaat-untuk-kesehatan-paru-paru

Pandemi COVID-19 belum kunjung reda hingga saat ini maka untuk itu pemerintah secara bertahap mulai menerapkan hidup baru yang lebih dikenal dengan istilah new normal. Hal ini bertujuan untuk menanggulangi dan menekan penyebaran COVID-19 dengan menerapkan protokol kesehatan agar kegiatan sehari-hari dapat berjalan normal kembali. Sejak april 2020 Puskesmas Alak menghentikan sementara pelayanan luar gedung dang berfokus pada pelayanan dalam gedung khususnya penanganan dan pencegahan COVID – 19.

Memasuki bulan Juli 2020 Puskesmas Alak kembali melaksanakan pelayanan luar gedung dengan tetap memperhatikan dan menerapkan protocol kesehatan yang telah dikeluarkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah khususnya Pemerintah Kota Kupang.

Masyarakat diharapkan dapat menaati protocol kesehatan yang ada dengan taat menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak antara satu sama lain, mempertahankan etika batuk. Upaya ini dilakukan untuk mencegah penularan dan kemungkinan tertularnya virus COVID-19 saat beraktivitas diluar rumah. Masyarakat yang mengikuti kegiatan pelayanan kesehatan diharapkan datang tepat waktu dan akan diatur mekanisme pelayanan kesehatan sehingga tidak terjadi peningkatan kerumunan masyarakat saat kegiatan pelayanan kesehatan berlangsung. bagi masyarakat yang telah mendapatkan pelayanan kesehatan diharapkan untuk langsung kembali kerumah masing-masing.

Hingga tanggal 08 Juli 2020 Puskesmas Alak telah melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan di luar gedung seperti : Kunjungan Rumah Lansia dengan Resiko Tinggi, pelayanan posyandu bayi balita, pelayanan posyandu Lansia, upaya kesehatan kerja di tempat usaha serta beberapa kegiatan kunjungan rumah ibu hamil dan nifas di wilayah kerja Puskesmas Alak yang meliputi kelurahan Nunhila, Kelurahan Nunbaun Delha, Kelurahan Nunbaun Sabu, Kelurahan Namosain, Kelurahan Penkase Oeleta, dan kelurahan Alak. Kegiatan pelayanan kesehatan luar gedung ini masih akan dilaksanakan seterusnya sebagaimana mestinya sehingga masyarakat bisa mendapatkan pelayanan kesehatan bukan hanya di dalam gedung puskesmas saja tetapi pelayanan kesehatan yag lebih dekat dengan rumah masyarakat sendiri sehingga dapat meningkatkan derajat kesehatan masyarakat khususnya di era pandemi COVID-19 ini.

 

Atasi Cegukan di Tengah Berpuasa

Sabtu, 09 Mei 2020 03:30

Saat berpuasa, pastinya umat muslim yang menjalankannya dilarang untuk makan dan minum sebelum waktu berbuka. Kegiatan ini pun harus dilaksanakan selama kurang lebih 13 jam, sampai adzan magrib berkumandang. Namun, di tengah jalan berpuasa ada saja hal yang terjadi di tubuh kita, salah satunya cegukan. Cegukan bisa terjadi jika otot-otot diafragma mengalami kontraksi atau kejang.

Banyak hal yang bisa memicu cegukan saat puasa, seperti makan sahur terlalu banyak atau terburu-buru, konsumsi minuman soda, terlalu banyak menelan udara, stres, gugup, cemas, dan terlalu bersemangat yang terjadi karena adanya gangguan saraf.

Biasanya untuk meredakan cegukan adalah minum air yang banyak. Tapi karena puasa, Medical News Today punya cara yang bisa dilakukan untuk mengatasinya tanpa minum air.

Tahan Napas

Caranya, tarik napas yang dalam melalui hidung, kemudian tahan selama kira-kira 10detik. Setelah itu, hembuskan perlahan dan ulangi 3-4 kali. Jika belum hilang, ulangi cara ini setiap 20 menit sekali.

Bernapas dalam kantong kertas

Siapkan kantong kertas yang masih bagus, lalu tempatkan mulut dan hidung pada lubang kantong. Kemudian bernapaslah di dalam kantong tersebut. Kamu akan menghirup karbon dioksida yang ada di dalam kantong. Hal itu akan membantu otot diafragma kembali lemas

Duduk sambil memeluk lutut

Untuk melakukannya, duduklah dengan posisi kaki di tekuk ke dada, peluk lutut seperti posisi meringkuk. Tahan pada posisi tersebut selama kira-kira dua menit. Posisi itu akan memberi tekanan pada area diafragma, agar udara yang terjebak bisa keluar.

Pijat area ulu hati

Jika langkah-langkah sebelumnya tidak berhasil, coba pijat perlahan bagian ulu hati. Otot-otot diafragma yang tegang itu berada persis di bawah ulu hati, di atas perut. Beri tekanan lembut dan perlahan pada area itu dengan ujung jari tangan selama 20-30 detik saja.

 

Sumber : https://health.detik.com

Penting konsumsi buah untuk cegah corona. 

Awal tahun 2020 COVID-19 menjadi masalah kesehatan dunia.

Daya tahan tubuh yang kuat menjadi salah satu tameng utama menghadapi virus corona COVID-19.

Sebagian orang menganggap berolahraga seperti gym, lari, ataupun senam dapat memberi efek yang maksimal untuk kesehatan tubuh. Nyatanya, berjalan pun juga dapat memberikan efek yang serupa . Jika berjalan menjadi bagian dari olahraga rutin, itu akan bermanfaat bagi jantung, otot, membakar lemak, dan menjadi awal untuk memulai pola hidup yang sehat. Dikutip dari Verywell, ternyata berjalan terbukti dapat memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan sebagai berikut :

  1. Melatih Jantung
    Berjalan dengan langkah yang cepat dapat meningkatkan intensitas detak jantung yang sangat bermanfaat bagi kesehatannya. Untuk mendapatkan manfaatnya, usahakan berjalan 5 hari dalam seminggu, dengan waktu selama 30 menit per harinya. 30 menit tersebut bisa dipecah menjadi tiga bagian, yang masing-masing 10 menit agar tubuh tidak terlalu merasa lelah karena berjalan.
  2. Mengontrol Berat badan
    Salah satu manfaat dari berjalan lainnya adalah membantu mengontrol dan menurunkan berat badan yang dikombinasikan dengan diet rendah kalori. Dengan 45 menit melakukan jalan cepat, dapat membakar lemak berlebih yang tersimpan dalam tubuh, tapi tentunya harus dibantu dengan diet.
  3. Memperbaiki otot dan sendi
    Berjalan santai pun dapat bermanfaat bagi kesehatan. Melakukan jalan santai dapat melatih otot dan persendian, meningkatkan fleksibilitas, dan kekuatannya. Dengan berjalan dengan tempo yang lambat pun akan meminimalisir tekanan pada lutut, pergelangan kaki, pinggul, dan punggung bagian bawah.

Sumber : detikhealth

 

Reverse diet merupakan strategi diet dengan menaikkan asupan kalori secara terkontrol dan bertahap dengan tujuan meningkatkan metabolisme. Reverse diet dinilai efektif untuk menurunkan berat badan. Lantas, bagaimana cara melakukan reverse diet menurut ahli?

Ahli nutrisi Mochammad Rizal dari Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI) mengatakan bahwa penelitian yang membahas tentang reverse diet sendiri masih terbatas. Namun dilihat dari pengalaman orang-orang yang melakukan, reverse diet dinilainya efektif menurunkan berat badan.

Apa yang harus dilakukan pertama kali sebelum melakukan reverse diet yaitu mengetahui asupan kalori saat ini.

"Misalkan 800 kkal per hari. Lalu dari angka tersebut, tambahkan sekitar 50 sampai 200 kkal setiap 1 sampai 2 minggu," jelas Rizal saat dihubungi detikHealth, Sabtu (21/9/2019).

Rizal mengatakan, seseorang dapat melanjutkan menaikkan asupan kalori jika tidak terjadi kenaikan berat badan yang signifikan. Tetapi, berhentilah sementara atau turunkan asupan kalori jika berat badan naik secara signifikan. Lakukan ini sampai anda berada pada angka asupan kalori yang diinginkan tanpa mengalami kenaikan berat badan.

Waktu yang diperlukan tiap orang untuk berhasil melakukan reverse diet berbeda-beda bergantung dari beberapa hal. Berikut beberapa di antaranya

Tergantung berapa banyak kalori yang dikonsumsi saat ini ; Tergantung target asupan kalori pasca reverse diet yang diinginkan; dan Tergantung pada ada tidaknya kenaikan berat badan yang signifikan di tengah-tengah proses reverse diet. 

Sumber : https://health.detik.com

TES KEBUGARAN DI ALAK

Minggu, 06 Oktober 2019 05:22

Puskesmas Alak yang merupakan fasiltas pelayanan kesehatan tingkat dasar selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan di segala bidang. Untuk itu dalam memberikan pelayanan, setiap petugas diharapkan untuk tetap menjaga kesehatan sehingga dapat tampil prima dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat.” Demikian kutipan peribahasa tentang pentingnya menjaga kesehatan tubuh kita. Dalam upaya menjaga kesehatan petugas, sub bidang upaya kesehatan kerja dan olahraga Puskesmas Alak menyelenggarakan tes kebugaran jasmani bagi semua petugas Puskesmas Alak.

Tes kebugaran jasmani adalah suatu kegiatan yang dilakukan yang bertujuan mengukur sejauh mana kemampuan kebugaran jasmani seseorang dan mengetahui tingkat kebugaran jasmaninya.

 

Adapun fungsi dilakukannya tes kebugaran ini adalah sebagai acuan untuk menilai kemampuan fisik seseorang dan meningkatkan kebugaran jasmaninya.

Manfaat yang diperoleh dari tes kebugaran ini antara lain :

  1. Kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung meninggkat sehingga mencegah penyakit jantung.
  2. Peningkatan kekuatan, stamina, kecepatan dan lain-lain komponen kondisi fisik.
  3. Menurunkan berat badan dan mencegah obesitas.

Kegiatan yang dilakukan dalam tes kebugaran ini antara lain : pemantauan berat badan, tinggi badan dan lngkar perut ; pengukuran tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi) ; dan tes kebugaran jasmani.

 

Halaman 1 dari 3