kristina solo

kristina solo

Perawat Puskesmas Alak

Website URL: http://puskalak.dinkes-kotakupang.web.id   |   Email: Alamat email ini dilindungi dari robot spam. Anda memerlukan Javascript yang aktif untuk melihatnya.

Sebagian orang menganggap berolahraga seperti gym, lari, ataupun senam dapat memberi efek yang maksimal untuk kesehatan tubuh. Nyatanya, berjalan pun juga dapat memberikan efek yang serupa . Jika berjalan menjadi bagian dari olahraga rutin, itu akan bermanfaat bagi jantung, otot, membakar lemak, dan menjadi awal untuk memulai pola hidup yang sehat. Dikutip dari Verywell, ternyata berjalan terbukti dapat memberikan berbagai manfaat untuk kesehatan sebagai berikut :

  1. Melatih Jantung
    Berjalan dengan langkah yang cepat dapat meningkatkan intensitas detak jantung yang sangat bermanfaat bagi kesehatannya. Untuk mendapatkan manfaatnya, usahakan berjalan 5 hari dalam seminggu, dengan waktu selama 30 menit per harinya. 30 menit tersebut bisa dipecah menjadi tiga bagian, yang masing-masing 10 menit agar tubuh tidak terlalu merasa lelah karena berjalan.
  2. Mengontrol Berat badan
    Salah satu manfaat dari berjalan lainnya adalah membantu mengontrol dan menurunkan berat badan yang dikombinasikan dengan diet rendah kalori. Dengan 45 menit melakukan jalan cepat, dapat membakar lemak berlebih yang tersimpan dalam tubuh, tapi tentunya harus dibantu dengan diet.
  3. Memperbaiki otot dan sendi
    Berjalan santai pun dapat bermanfaat bagi kesehatan. Melakukan jalan santai dapat melatih otot dan persendian, meningkatkan fleksibilitas, dan kekuatannya. Dengan berjalan dengan tempo yang lambat pun akan meminimalisir tekanan pada lutut, pergelangan kaki, pinggul, dan punggung bagian bawah.

Sumber : detikhealth

 

Reverse diet merupakan strategi diet dengan menaikkan asupan kalori secara terkontrol dan bertahap dengan tujuan meningkatkan metabolisme. Reverse diet dinilai efektif untuk menurunkan berat badan. Lantas, bagaimana cara melakukan reverse diet menurut ahli?

Ahli nutrisi Mochammad Rizal dari Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI) mengatakan bahwa penelitian yang membahas tentang reverse diet sendiri masih terbatas. Namun dilihat dari pengalaman orang-orang yang melakukan, reverse diet dinilainya efektif menurunkan berat badan.

Apa yang harus dilakukan pertama kali sebelum melakukan reverse diet yaitu mengetahui asupan kalori saat ini.

"Misalkan 800 kkal per hari. Lalu dari angka tersebut, tambahkan sekitar 50 sampai 200 kkal setiap 1 sampai 2 minggu," jelas Rizal saat dihubungi detikHealth, Sabtu (21/9/2019).

Rizal mengatakan, seseorang dapat melanjutkan menaikkan asupan kalori jika tidak terjadi kenaikan berat badan yang signifikan. Tetapi, berhentilah sementara atau turunkan asupan kalori jika berat badan naik secara signifikan. Lakukan ini sampai anda berada pada angka asupan kalori yang diinginkan tanpa mengalami kenaikan berat badan.

Waktu yang diperlukan tiap orang untuk berhasil melakukan reverse diet berbeda-beda bergantung dari beberapa hal. Berikut beberapa di antaranya

Tergantung berapa banyak kalori yang dikonsumsi saat ini ; Tergantung target asupan kalori pasca reverse diet yang diinginkan; dan Tergantung pada ada tidaknya kenaikan berat badan yang signifikan di tengah-tengah proses reverse diet. 

Sumber : https://health.detik.com

TES KEBUGARAN DI ALAK

Minggu, 06 Oktober 2019 05:22

Puskesmas Alak yang merupakan fasiltas pelayanan kesehatan tingkat dasar selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan di segala bidang. Untuk itu dalam memberikan pelayanan, setiap petugas diharapkan untuk tetap menjaga kesehatan sehingga dapat tampil prima dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat.” Demikian kutipan peribahasa tentang pentingnya menjaga kesehatan tubuh kita. Dalam upaya menjaga kesehatan petugas, sub bidang upaya kesehatan kerja dan olahraga Puskesmas Alak menyelenggarakan tes kebugaran jasmani bagi semua petugas Puskesmas Alak.

Tes kebugaran jasmani adalah suatu kegiatan yang dilakukan yang bertujuan mengukur sejauh mana kemampuan kebugaran jasmani seseorang dan mengetahui tingkat kebugaran jasmaninya.

 

Adapun fungsi dilakukannya tes kebugaran ini adalah sebagai acuan untuk menilai kemampuan fisik seseorang dan meningkatkan kebugaran jasmaninya.

Manfaat yang diperoleh dari tes kebugaran ini antara lain :

  1. Kemampuan sistem sirkulasi dan kerja jantung meninggkat sehingga mencegah penyakit jantung.
  2. Peningkatan kekuatan, stamina, kecepatan dan lain-lain komponen kondisi fisik.
  3. Menurunkan berat badan dan mencegah obesitas.

Kegiatan yang dilakukan dalam tes kebugaran ini antara lain : pemantauan berat badan, tinggi badan dan lngkar perut ; pengukuran tanda-tanda vital (tekanan darah, nadi) ; dan tes kebugaran jasmani.

 

Abatesasi Masal Untuk Warga

Selasa, 29 Januari 2019 14:18

Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah salah satu penyakit yang menjadi masalah kesehatan yang endemis di sebagian kabupaten atau kota di Indonesia yang cenderung semakin luas penyebarannya sejalan dengan meningkatnya mobilitas dan kepadatan penduduk, dan biasanya terjadi di musim penghujan.

World Health Organitation (WHO) tahun 2013 memperkirakan 2,5 milyar masyarakat dunia memiliki resiko terkena virus dengue dan lebih dari 50 – 100 juta infeksi dengue di seluruh dunia setiap tahunnya. Berdasarkan data survelans Puskesmas Alak sampai dengan tanggal 28 Januari 2019 tercatat  terdapat 12 kasus DBD yang ditemukan di wilayah kerja Puskesmas Alak dengan rincian  Keluarahan Alak 4 kasus, Kelurahan Nunbaun Delha 2 kasus, Kelurahan Namosain 4 kasus, dan kelurahan Penkase Oeleta 2 kasus.  

Dalam rangka menindaklanjuti peningkatan kasus DBD di kota kupang khususnya pada wilayah kerja Puskesmas Alak, maka pada hari jumat 25 Januari 2019 puskesmas alak mengadakan kegiatan abatesasi masal pada Kelurahan Nunbaun Sabu dan Kelurahan Namosain. Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi masyarakat untuk cermat dalam deteksi dan membasmi jentik di lingkungan sekitar khususnya di rumah tangga masing-masing. Kegiatan abatesasi masal ini melibatkan seluruh petugas kesehatan baik medis dan non medis, dan dibantu oleh beberapa mahasiswa-mahasiswi dari Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta yang berada di Kota Kupang. Kegiatan ini akan dijadwalkan untuk rutin dilakukan dengan sasaran kelurahan – kelurahan lain yang berada di wilayah puskesmas alak.

      

Puskesmas Alak Buka Posko DBD

Kamis, 24 Januari 2019 04:10

Memasuki awal tahun 2019 terjadi peningkatan kasus DBD di wilayah kota kupang. Puskesmas alak yang merupakan salah satu puskesmas yang berada di wilayah kota kupang tengah gencar melakukan kegiatan pencegahan DBD.

Adapun tindakan pencegahan yang dilakukan antara lain dengan melakukan penyuluhan kesehatan tentang DBD, pembagian abate gratis bagi warga semua kelurahan di wilayah puskesmas alak, melakukan fogging pada rumah dan lingkungan sekitar, melakukan pengamatan epidemologi di wilayah puskesmas alak, dan membuka posko DBD 24 jam.

Posko  DBD ini berlokasi di puskesmas Alak Kelurahan Nunbaun sabu yang dibuka selama 24 jam untuk  melayani warga yang datang dengan gejala panas dan gejala penyakit lainnya yang berpotensi wabah seperti Diare, Malaria dan ISPA. Posko DBD ini sudah mulai dibuka pada tanggal 24 Januari 2019. Dengan adanya posko ini diharapkan Puskesmas Alak dapat mendeteksi dengan cepat adanya peningkatan kasus DBD pada warga masyarakat dan dapat mengambil tindakan cepat dan tepat untuk menangani kasus DBD sehingga tidak terjadi komplikasi lanjutan yang dapat mengakibatkan kematian pada warga. (AS)

Kondisi kegawat daruratan kerap kali terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu contohnya adalah kecelakaan lalulintas. Penanganan awal pada saat kejadian kegawatdaruratan menjadi hal yang sangat penting untuk menjadi perhatian penolong dalam menangani korban/pasien.

Puskesmas Alak sebagai salah satu puskesmas rawat inap (PONED) dan rawat jalan melakukan pelayanan untuk mencegah pelayanan penanggulangan terhadap kasus gawat darurat yang bertujuan untuk mencegah kematian dan kecatatan (to save life and limb) pada penderita gawat darurat, merujuk penderita gawat darurat melalui system rujukan, serta menanggulangi korban bencana.

Penting dilakukan program pelatihan kegawatdaruratan bagi petugas di puskesmas agar dapat meningkatkan pengetahuan serta ketrampilan petugas dalam penanganan kasus kegawardaruratan sehingga berdampak terhadap peningkatan kualitas pelayanan, mutu dan keselamatan pasien. 

Puskesmas alak mengadakan pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD) bagi petugas medis dan non medis.  Pelatihan ini berlangsung selama 1 hari yang melibatkan seluruh pegawai Puskesmas Alak tanpa terkecuali dengan pemateri utama dr. Budi Y. Sarim, Sp.An(K) . Tujuan pelaksanaan pelatihan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan melakukan bantuan hidup dasar (resusitasi jantung paru) serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menangani masalah airway, breathing,  dan circulasi. (AS)

PELAKSANAAN IMUNISASI MR PUSKESMAS ALAK

Minggu, 05 Agustus 2018 17:30

Pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR) di puskesmas alak telah berlangsung sejak awal Agustus 2018. Sasaran imunisasi MR di Puskesmas Alak adalah 9.491 anak. Data yang dihimpun dari pengelola Imunisasi pada hari ke 2 pelaksanaan imunisasi ini yakni hari jumat, 03 Agustus 2018 tercatat sudah 779 anak sekolah yang telah diimunisasi MR. Pelaksanaan imunisasi ini akan terus berlanjut hingga bulan september 2018.

Sasaran imunisasi MR ini adalah anak usia 9 bulan sampai dengan 15 tahun. Puskesmas Alak pada bulan Agustus menfokuskan pelaksanaan imunisasi MR pada Sekolah-sekolah yang berada di wilayah kerja Puskesmas Alak tanpa terkecuali.  Selanjutnya, pada bulan september nanti pelaksanaan imunisasi MR akan terfokus pada posyandu yang berada di wilayah kerja Puskesmas Alak.

Hidup sehat adalah hak setiap orang terutama anak. Anak adalah generasi penerus bangsa. Untuk mendukung terlaksananya imunisasi MR ini, dibutuhkan peran serta sekolah dan orangtua sehingga anak-anak bisa mendapatkan haknya untuk dapat hidup sehat dan terhindar dari penyakit rubella dan campak karena sudah diberikan imunisasi MR sejak dini.  

 

Halaman 1 dari 2